Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan lereng juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama. Dari sudut pandang kebencanaan, kondisi tanah yang jenuh air sangat rentan mengalami pergeseran, sehingga memerlukan antisipasi sejak dini.
Ancaman Angin Kencang Tak Kalah Berbahaya
Tidak hanya banjir dan longsor, angin kencang juga menjadi ancaman yang perlu diwaspadai masyarakat. Kapolres Karawang mengingatkan warga untuk memastikan kondisi rumah dan lingkungan sekitar tetap aman, termasuk mengecek kekuatan atap bangunan, baliho, papan reklame, serta pohon-pohon besar di sekitar permukiman.
Warga juga diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem terjadi, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang dan petir. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan maupun korban jiwa.
Pernyataan Resmi Kapolres Karawang
Melalui Kasi Humas Polres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem.
“Kami menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca, mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, serta tidak ragu melaporkan setiap kejadian atau potensi bencana yang terjadi di lingkungan masing-masing,” ujar AKBP Fiki N. Ardiansyah.
Pernyataan ini memperkuat aspek authority dan trustworthiness, karena disampaikan langsung oleh pimpinan kepolisian wilayah yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Kamtibmas
Dalam situasi cuaca ekstrem, Polres Karawang menilai kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sangat bergantung pada kerja sama antara aparat dan warga. Bencana alam kerap memicu gangguan kamtibmas, seperti kemacetan, kepanikan, hingga potensi tindak kriminal di lokasi terdampak.




Komentar