Lonjakan harga Nvidia GeForce RTX 5090 dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian besar di kalangan konsumen, khususnya gamer PC dan pengguna kreatif. Di tengah antusiasme terhadap performa generasi terbaru kartu grafis, realitas pasar justru menunjukkan kondisi yang kurang bersahabat: harga GPU flagship kini semakin sulit dijangkau.
Bagi konsumen, situasi ini memunculkan dilema. Di satu sisi, kebutuhan akan performa tinggi terus meningkat. Di sisi lain, faktor eksternal seperti booming kecerdasan buatan (AI) dan kenaikan harga komponen membuat keputusan pembelian menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu.
Memahami Mengapa Harga RTX 5090 Melonjak
Sebelum mengambil keputusan membeli, konsumen perlu memahami konteks pasar saat ini. RTX 5090 Founders Edition secara resmi masih memiliki MSRP di kisaran USD 1.999. Namun, di tingkat pengecer, harga GPU ini banyak ditemukan melambung hingga mendekati USD 4.000, tergantung model dan wilayah penjualan.
Peran AI dalam Meningkatkan Tekanan Harga
GPU modern kini tidak lagi eksklusif untuk gaming. Infrastruktur AI berskala besar menggunakan GPU dan memori dalam jumlah masif untuk pelatihan dan operasional model. Akibatnya, pasokan yang seharusnya masuk ke pasar konsumen harus bersaing dengan kebutuhan pusat data.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




Komentar