Samsung memberikan baterai tiga sel berkapasitas 5.600 mAh pada Galaxy Z TriFold. Setiap panel perangkat memiliki sel baterai independen agar distribusi daya tetap merata. Galaxy Z TriFold juga mendukung pengisian cepat 45W untuk efisiensi waktu. Dengan baterai besar itu, Galaxy Z TriFold mampu bertahan sepanjang hari meski digunakan untuk aktivitas berat.
Samsung menggunakan panel Dynamic AMOLED 2X sebagai layar utama Galaxy Z TriFold. Layar tersebut mampu memberikan visual tajam dan imersif. Layar Galaxy Z TriFold juga dilindungi oleh Corning Gorilla Glass Ceramic 2 untuk menjaga ketahanan dari goresan dan benturan. Dengan teknologi itu, Galaxy Z TriFold memberikan kombinasi antara kualitas visual dan durabilitas.
Galaxy Z TriFold menjadi perangkat pertama yang mendukung Samsung DeX standalone. Dengan fitur tersebut, Galaxy Z TriFold dapat digunakan sebagai perangkat kerja lengkap tanpa perangkat tambahan. Pengguna dapat membuka aplikasi profesional, melakukan presentasi, dan mengedit dokumen langsung dari layar besar. Galaxy AI juga hadir pada Galaxy Z TriFold dengan fitur yang disesuaikan untuk ukuran layar tersebut.
Samsung akan merilis Galaxy Z TriFold pada 12 Desember di Korea Selatan. Setelah itu, Galaxy Z TriFold akan hadir di China, Taiwan, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Pasar Amerika Serikat akan menerima Galaxy Z TriFold pada kuartal pertama 2026. Samsung memastikan Galaxy Z TriFold juga tersedia di toko ritel agar pengguna dapat mencoba perangkat secara langsung.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




Komentar