Teknologi

Ekspansi QRIS Lintas Negara dan Arah Kebijakan Sistem Pembayaran BI

QRIS sebagai Instrumen Soft Power Finansial
QRIS sebagai Instrumen Soft Power Finansial

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa kerja sama dengan China dan Korea Selatan telah melalui proses penyesuaian regulasi dan kesiapan infrastruktur. Dalam konteks kebijakan, hal ini menunjukkan pendekatan BI yang berhati-hati namun progresif, dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan, perlindungan konsumen, dan stabilitas sistem.

Interoperabilitas sebagai Tujuan Regulasi

Interoperabilitas lintas negara memungkinkan sistem pembayaran domestik terhubung langsung dengan sistem negara lain tanpa harus bergantung pada perantara global. Bagi regulator, hal ini penting untuk menjaga kedaulatan sistem pembayaran nasional sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam kerja sama keuangan regional.

Implikasi QRIS terhadap Kebijakan Moneter dan Pengawasan

Dari perspektif moneter, meningkatnya penggunaan transaksi digital melalui QRIS memberikan keuntungan strategis bagi BI. Data transaksi yang tercatat secara real-time memperkuat kemampuan bank sentral dalam memantau perputaran uang dan aktivitas ekonomi secara lebih akurat.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, sebelumnya menekankan bahwa digitalisasi sistem pembayaran mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter. Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, termasuk lintas negara, BI memiliki instrumen tambahan untuk membaca dinamika ekonomi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada indikator konvensional.

Bitcoin di Era Ledakan AI: Ancaman Bagi Kripto atau Awal Kolaborasi Teknologi Baru?

Laman: 1 2 3 4

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *