RedDoorz Ekspansi 300 Kota, Hadirkan Wajah Baru Akomodasi Lifestyle untuk Traveler Masa Kini
MAHIDARA – Eksplorasi Tanpa Batas menjadi sorotan dalam langkah ekspansi besar RedDoorz yang memperluas jaringan hotelnya ke lebih dari 300 kota di Indonesia. Platform teknologi perhotelan terbesar di Asia Tenggara itu mengumumkan strategi penguatan lini akomodasi lifestyle guna menjawab perubahan tren perjalanan, khususnya dari kalangan Gen Z yang kini mendominasi pasar wisata domestik.
Pengumuman ini menandai babak baru dalam industri pariwisata Indonesia yang tengah mengalami pergeseran signifikan. Wisatawan masa kini tidak lagi sekadar mencari tempat bermalam, melainkan pengalaman menginap yang estetik, berbasis teknologi, serta tetap terjangkau.
RedDoorz Perluas Jaringan Hotel di 300 Kota
Siapa dan Apa yang Diumumkan?
RedDoorz, platform teknologi perhotelan yang telah beroperasi di berbagai negara Asia Tenggara, mengumumkan ekspansi jaringan hotelnya ke lebih dari 300 kota di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan preferensi traveler yang kini lebih mengutamakan pengalaman, nilai (value), serta kemudahan akses digital.
Founder dan CEO RedDoorz, Amit Saberwal, menegaskan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat model operasional yang selaras dengan perilaku wisatawan Indonesia.
“Fokus kami adalah membangun model operasional yang selaras dengan cara orang Indonesia bepergian saat ini: efisien, berbasis teknologi, dan berorientasi pada pengalaman,” ujar Amit.
Ekspansi ini juga mencakup penambahan hingga 150 properti baru yang ditargetkan terealisasi hingga 2027.
Kapan dan Di Mana Ekspansi Dilakukan?
Ekspansi dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 dan mencakup kota-kota besar hingga destinasi tersembunyi (hidden gems) di berbagai wilayah Indonesia. Dengan jangkauan lebih dari 300 kota, RedDoorz memperluas akses akomodasi profesional dari pusat bisnis seperti Jakarta hingga destinasi budaya dan wisata di luar ibu kota.
Langkah ini dinilai strategis mengingat pertumbuhan wisata domestik yang terus meningkat, terutama untuk perjalanan singkat atau short getaway yang kini populer di kalangan Gen Z.
Pergeseran Tren Pariwisata dan Peran Gen Z
Mengapa Wisatawan Tidak Lagi Hanya Mencari Tempat Tidur?
Industri pariwisata Indonesia tengah mengalami transformasi. Traveler modern, terutama dari generasi muda, tidak lagi sekadar mencari hotel sebagai tempat beristirahat. Mereka menginginkan pengalaman menginap yang memiliki nilai estetika, nyaman, serta mendukung gaya hidup digital-first.
Gen Z sebagai motor utama perjalanan domestik memiliki karakteristik berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka cenderung melakukan perencanaan perjalanan melalui ponsel, memprioritaskan harga yang kompetitif, serta mencari pengalaman unik yang dapat dibagikan di media sosial.




Komentar