Perlombaan kecepatan di dunia komputasi kini tidak lagi hanya soal prosesor atau kartu grafis. Di balik layar, ada satu komponen penting yang menentukan bagaimana data mengalir: memori. Dan kini, Gigabyte menulis bab baru dalam sejarah teknologi memori dengan memperkenalkan DDR5-7200 256GB pertama di dunia, yang dibangun di atas inovasi CQDIMM (Clocked Unbuffered DIMM).
Pengumuman besar ini dilakukan dalam ajang CES 2026 di Las Vegas, di mana Gigabyte juga memperkenalkan motherboard Z890 Aorus Tachyon ICE CQDIMM Edition — platform yang dirancang khusus untuk menampung kekuatan memori berkecepatan ekstrem ini.
Melewati Batas Fisika Memori: Stabil di 7200 MHz dengan Kapasitas 256GB
Dalam dunia teknologi, setiap lonjakan performa besar biasanya datang dengan kompromi. Namun, DDR5-7200 CQDIMM dari Gigabyte berhasil mematahkan asumsi lama bahwa semakin besar kapasitas RAM, semakin sulit menjaga kestabilan frekuensi tinggi.
Dengan rancangan sirkuit baru, Gigabyte melakukan rekayasa ulang jalur sinyal memori agar mampu menyalurkan data secara lebih bersih, mengurangi interferensi, dan meningkatkan integritas sinyal. Pendekatan ini meminimalkan “noise” antar modul — masalah klasik yang sering terjadi pada sistem berkapasitas besar — sehingga RAM dapat berjalan stabil di 7200 MHz bahkan saat semua slot DIMM terisi penuh.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




Komentar