Table of Contents−
Teknologi biometrik—seperti pemindai wajah, sidik jari, dan suara—selama ini dianggap sebagai solusi keamanan paling aman karena mengandalkan identitas unik manusia. Namun di era deepfake yang semakin canggih, kepercayaan terhadap biometrik mulai diuji. Deepfake bukan hanya mampu meniru wajah dan suara seseorang, tetapi juga dapat mengelabui sistem verifikasi digital.
Bagaimana Deepfake Mengancam Sistem Biometrik?
1. Pemalsuan Wajah (Face Spoofing)
Deepfake dapat menghasilkan video atau gambar wajah yang sangat realistis, sehingga beberapa sistem pemindai wajah dapat tertipu. Misalnya:
- Pemalsuan ekspresi wajah.
- Rekayasa gerakan mata yang terlihat alami.
- Simulasi cahaya untuk meniru kondisi nyata.
Sistem biometrik yang tidak memiliki deteksi liveness sangat rentan dengan serangan ini.




Komentar