Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Yusuf Ronodipuro, Penyiar yang Nyaris Dipenggal Usai Siarkan Proklamasi

4 menit baca

Harga yang Dibayar Setelah Siaran

Radio di Jepang sendiri ternyata menangkap siaran itu. Tentara Jepang langsung menghukum fisik seluruh staf Hoso Kyoku yang terlibat dalam siaran malam itu.

Mereka menyergap Yusuf dan Bachtiar Loebis, lalu memukuli keduanya hingga babak belur. Seorang perwira Jepang yang murka bahkan menghunus katana dan nyaris memenggal kepala Yusuf di tempat.

Seorang pegawai Nippon akhirnya masuk ke ruangan dan berteriak agar penyiksaan dihentikan. Ia mengingatkan bahwa Jepang sendiri sudah kalah perang, sehingga nyawa Yusuf pun selamat pada detik-detik terakhir.

Dengan kondisi babak belur dan pakaian penuh darah, Yusuf bersepeda menuju rumah sahabatnya, pelukis Basuki Abdullah, di kawasan Gambir. Keesokan harinya, ia baru mendapat perawatan di rumah sakit Salemba yang kini dikenal sebagai RSCM, setelah semalaman menahan luka akibat siksaan itu.

Lahirnya RRI dan Warisan yang Ditinggalkan

Perjuangan Yusuf tidak berhenti pada malam penyiksaan itu. Pada 11 September 1945, ia bersama para tokoh radio lainnya mendirikan Radio Republik Indonesia atau RRI, meneruskan semangat yang sama seperti malam ia mempertaruhkan nyawa di studio siaran.

Yusuf pula yang mencetuskan slogan “Sekali di Udara Tetap di Udara” — kalimat yang bertahan sebagai identitas RRI hingga hari ini. Slogan itu lahir bukan dari ruang rapat, melainkan dari luka fisik yang ia bawa pulang pada malam proklamasi disiarkan ke dunia.

Yusuf Ronodipuro lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada 30 September 1919. Ia wafat pada 27 Januari 2008 dalam usia 88 tahun di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, meninggalkan rekam jejak yang jarang dibahas secara luas.

Namanya jarang muncul di buku pelajaran sejarah. Namun tanpa suaranya yang mengudara pada malam 17 Agustus 1945, dunia internasional mungkin baru mengenal nama Indonesia jauh lebih lambat dari yang tercatat hari ini.

Sumber: https://mahidara.co/yusuf-ronodipuro-penyiar-proklamasi-kemerdekaan-dunia/

· · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *