Karawang – Kabupaten Karawang membuktikan kemampuannya sebagai tuan rumah event bergengsi ketika sukses menyelenggarakan Invitasi Olahraga Tradisional (Oltrad) jenjang Sekolah Dasar se-Jawa Barat pada 25–27 November 2025 di dua lokasi strategis: Mall Technomart dan Kawasan Car Free Day (KCP) Karawang.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, menyatakan kebanggaannya atas kelancaran pelaksanaan event yang diikuti oleh 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, menandai kebangkitan permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal.
Dalam Invitasi Olahraga Tradisional jenjang Sekolah Dasar se-Jawa Barat, lima cabang olahraga tradisional dipertandingkan secara kompetitif namun penuh kegembiraan, yaitu dagongan, tarumpah panjang, egrang, spitan, dan hadangan semua permainan warisan leluhur yang kini dikemas dalam format modern untuk menarik minat generasi muda.
Menurut Wawan, keberhasilan Karawang menjadi tuan rumah Invitasi Olahraga Tradisional jenjang Sekolah Dasar se-Jawa Barat tidak lepas dari kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah daerah, sekolah, komunitas budaya, dan pihak swasta yang menyediakan venue inklusif seperti pusat perbelanjaan dan ruang publik terbuka.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi upaya menyelamatkan identitas budaya kita. Anak-anak belajar sportivitas, kerja tim, dan kebanggaan terhadap warisan Nusantara melalui permainan yang dulu dimainkan kakek-nenek mereka,” tegas Wawan dalam sambutannya.
Hasil akhir Invitasi Olahraga Tradisional jenjang Sekolah Dasar se-Jawa Barat menobatkan Kabupaten Bogor sebagai juara umum, berkat dominasi di tiga cabang olahraga, termasuk kemenangan gemilang di dagongan dan hadangan yang memperlihatkan kecepatan, keseimbangan, dan strategi tim yang luar biasa.
Sementara itu, Kabupaten Karawang meraih prestasi membanggakan dengan menjadi juara kedua di cabang egrang, menunjukkan ketangkasan dan konsistensi peserta didik lokal dalam menguasai permainan berjalan di atas tongkat yang menuntut koordinasi tubuh sempurna.
Pencapaian Kabupaten Karawang meraih juara 2 egrang dalam Invitasi Olahraga Tradisional jenjang Sekolah Dasar se-Jawa Barat menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga tradisional di sekolah-sekolah Karawang mulai membuahkan hasil nyata di level provinsi.
Wawan Setiawan menambahkan bahwa setiap peserta Invitasi Olahraga Tradisional jenjang Sekolah Dasar se-Jawa Barat tidak hanya dinilai dari kemenangan, tetapi juga dari semangat kebersamaan, kepatuhan pada aturan, dan antusiasme dalam melestarikan budaya—nilai-nilai yang jauh lebih berharga daripada medali.
Event ini juga menjadi ajang silaturahmi antar daerah, di mana para pelatih, guru, dan orang tua saling bertukar metode pembelajaran berbasis permainan tradisional yang menyenangkan namun edukatif.
Salah satu keunikan Invitasi Olahraga Tradisional jenjang Sekolah Dasar se-Jawa Barat adalah penggunaan alat permainan yang dibuat secara lokal dari bahan daur ulang, seperti bambu untuk egrang dan kayu ringan untuk tarumpah, menekankan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
Antusiasme penonton membludak di Mall Technomart, di mana panggung utama Invitasi Olahraga Tradisional jenjang Sekolah Dasar se-Jawa Barat menjadi magnet keluarga Karawang yang ingin menyaksikan anak-anak mereka tampil gagah dalam balutan budaya lokal.
Dari sisi pendidikan, ajang ini memperkuat kurikulum merdeka belajar yang mendorong integrasi nilai budaya dalam kegiatan ekstrakurikuler—sebuah langkah konkret menuju pendidikan yang berakar pada identitas bangsa.
Prestasi Kabupaten Karawang meraih juara 2 egrang juga memicu apresiasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yang berjanji akan meningkatkan dukungan anggaran untuk pelatihan dan kompetisi olahraga tradisional di tahun 2026.
Ke depan, Wawan berencana menjadikan Invitasi Olahraga Tradisional jenjang Sekolah Dasar se-Jawa Barat sebagai agenda tahunan yang bergilir di seluruh kabupaten/kota, dengan Karawang siap menjadi tuan rumah tetap setiap dua tahun sekali.
Dengan suksesnya penyelenggaraan ini, Invitasi Olahraga Tradisional jenjang Sekolah Dasar se-Jawa Barat membuktikan bahwa olahraga tradisional bukan hanya nostalgia, tapi alat ampuh untuk membangun karakter, kebanggaan budaya, dan persatuan di kalangan generasi muda Indonesia.***




Komentar