Karawang – Inisiatif Proaktif Disdikpora Karawang ini bukan sekadar kampanye biasa, melainkan sebuah ofensif terpadu yang dirancang untuk menciptakan benteng pertahanan, memastikan setiap siswa merasakan keamanan absolut di lingkungan pendidikannya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang Wawan Setiawan, mengungkap serangkaian inisiatif strategis dan ofensif yang dirancang untuk secara efektif membasmi serta menangani segala bentuk kejadian perundungan dan kekerasan yang mengancam di wilayah institusi pendidikan.
“Filosofi utama yang dipegang oleh Disdikpora bukanlah sekadar reaktif menunggu laporan, tetapi justru secara agresif memprioritaskan dan mengedepankan segala bentuk langkah-langkah pencegahan yang bersifat fundamental,” kata Wawan, saat diwawancarai awak media usai apel HUT PGRI ke-80 di Plaza Pemda Karawang, Selasa (25/11/2025).
Inti dari misi transformatif ini adalah memastikan bahwa setiap unit satuan pendidikan dapat bertindak lebih proaktif dan responsif dalam mengidentifikasi serta mendeteksi sedini mungkin setiap gejala dan potensi konflik yang muncul.
“Ini merupakan spektrum luas dari tantangan kompleks yang sering kali menghantui koridor-koridor sekolah, mulai dari fenomena tawuran antar pelajar, berbagai modus operandi perundungan, hingga beragam bentuk kekerasan fisik dan psikologis yang mengintai peserta didik. Ini bukan hanya perlu ditangani, tapi harus dicegah sejak dini,” kata dia.
Pengakuan strategis ini menegaskan bahwa langkah-langkah pencegahan yang komprehensif merupakan sebuah keharusan mutlak, mengingat betapa rumit dan berlapisnya permasalahan yang dihadapi oleh ekosistem pendidikan di wilayah Karawang saat ini.
“Fondasi dari pendekatan visioner ini telah dimulai dengan implementasi nyata melalui tiga pilar utama pencegahan, yang secara konkret mencakup program sosialisasi berkelanjutan, mekanisme pengawasan yang ketat, serta proses pembinaan karakter,” ungkapnya.
Untuk semakin memperkuat dampak dan jangkauan dari gerakan anti-perundungan ini, Disdikpora juga secara cerdas membangun aliansi strategis dan berkolaborasi dengan berbagai pihak eksternal, termasuk dengan program inovatif seperti “Jaksa Masuk Sekolah”.
“Kolaborasi sinergis ini lebih lanjut diperkaya dengan mengintegrasikan elemen-elemen pembinaan karakter dan kedisiplinan yang keras, bahkan dengan melibatkan pengalaman langsung di lingkungan barak militer, sebagai bagian dari upaya holistik untuk membentuk ketahanan mental,” ucap Wawan.




Komentar