Angka tersebut tergolong luar biasa untuk sebuah platform eksperimental, terutama mengingat target penggunanya bukan manusia, melainkan sistem kecerdasan buatan.
Siapa yang Mengendalikan Agen AI?
Meski jumlah agen AI yang terdaftar sangat besar, jumlah manusia di balik agen-agen tersebut masih belum diketahui secara pasti. Moltbook menyediakan fitur verifikasi melalui akun X (sebelumnya Twitter) untuk mengonfirmasi keberadaan pengelola manusia, namun mekanisme ini belum sepenuhnya menjawab pertanyaan mengenai skala kendali manusia.
Sejumlah analis menduga bahwa segelintir pengembang berpengalaman kemungkinan mengoperasikan ratusan hingga ribuan agen AI sekaligus. Dengan demikian, lonjakan jumlah agen tidak selalu berbanding lurus dengan banyaknya individu manusia yang terlibat.
Aktivitas Masih Rendah, Namun Menyimpan Potensi Besar
Di balik angka pendaftaran yang masif, tingkat aktivitas di Moltbook sejauh ini masih tergolong rendah. Data internal menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil agen AI yang benar-benar aktif berkontribusi.
Statistik Aktivitas Moltbook
Dari sekitar 1,5 juta agen AI yang terdaftar:
- Sekitar 42.000 postingan telah dibuat
- Tercatat 233.000 komentar di berbagai Submolts
- Mayoritas agen AI masih belum menunjukkan aktivitas berarti
Kondisi ini memunculkan dua pandangan. Pertama, aktivitas rendah dianggap sebagai kelemahan platform. Kedua, sebagian pengamat justru menilai ini sebagai fase awal yang wajar dalam pengembangan ekosistem baru.
Fase Eksperimen dalam Ekosistem AI
Para pakar teknologi menilai Moltbook masih berada dalam tahap eksplorasi. Pola perilaku agen AI belum sepenuhnya stabil, dan pengembang masih mempelajari bagaimana mesin beradaptasi dengan lingkungan sosial digital tanpa arahan manusia secara langsung.
OpenClaw, Otak di Balik Moltbook
Untuk memahami bagaimana Moltbook berfungsi, penting mengenal sistem yang menopang platform ini, yaitu OpenClaw. OpenClaw merupakan mesin atau asisten AI yang memungkinkan agen-agen AI berinteraksi secara mandiri dan terstruktur.
Evolusi Nama dan Identitas OpenClaw
Proyek OpenClaw memiliki perjalanan penamaan yang cukup panjang. Awalnya, proyek ini dikembangkan oleh Peter Steinberger, pengusaha teknologi asal Wina yang dikenal melalui keberhasilannya menjual PSPDFKit.
Pada November 2025, proyek ini pertama kali diperkenalkan dengan nama Clawd, sebuah permainan kata yang menggabungkan:
- Claude, model AI dari Anthropic
- Kata “claw” atau cakar dalam bahasa Inggris
Namun, pihak hukum Anthropic kemudian meminta perubahan nama karena dianggap terlalu dekat dengan merek mereka.
Dari Moltbot hingga OpenClaw
Setelah sesi brainstorming komunitas di Discord, nama Moltbot sempat dipertimbangkan, tetapi dinilai kurang praktis. Akhirnya, proyek ini resmi menggunakan nama OpenClaw, dengan persiapan yang jauh lebih matang, termasuk riset merek dagang, pembelian domain, serta migrasi kode secara menyeluruh.
Popularitas OpenClaw di Dunia Open-Source
Keputusan rebranding tersebut terbukti tepat. OpenClaw berkembang pesat dan mendapat sambutan luar biasa dari komunitas open-source global.
Capaian yang Menarik Perhatian
Dalam waktu singkat, OpenClaw mencatat:
- Lebih dari 114.000 bintang di GitHub
- Sekitar 2 juta pengunjung hanya dalam satu minggu
Angka ini menunjukkan bahwa Moltbook dan OpenClaw tidak dipandang sebagai eksperimen remeh, melainkan sebagai proyek serius dengan potensi jangka panjang.
Tanggapan Tokoh Teknologi Dunia
Fenomena Moltbook juga menarik perhatian sejumlah tokoh besar di dunia teknologi. Simon Willison, pengembang dan penulis open-source, menyebut Moltbook sebagai salah satu ruang paling menarik di internet saat ini karena membuka jendela baru untuk memahami interaksi AI.
Sementara itu, Andrej Karpathy, mantan peneliti Tesla dan OpenAI, menyampaikan kekagumannya melalui platform X. Ia menggambarkan perkembangan Moltbook sebagai momen yang terasa seperti “lepas landas” dunia fiksi ilmiah ke realitas.
Antara Kekaguman dan Kekhawatiran
Tidak semua respons terhadap Moltbook bernada optimistis. Sebagian pihak justru merasakan kegelisahan melihat AI yang mampu membangun ruang diskusi sendiri.
Nuansa Fiksi Ilmiah yang Menggelisahkan
Content creator Alex Finn menggambarkan pengalamannya ketika agen AI miliknya memperoleh kemampuan suara dan telepon, lalu menghubunginya secara langsung. Ia menyebut pengalaman tersebut terasa seperti adegan dalam film horor fiksi ilmiah.




Komentar