Babak Pertama: Peluang Mengalir, Eksekusi Menghilang
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Bali United vs Persis Solo langsung berjalan dalam tempo tinggi. Bali United menekan, menguasai bola, dan terus menembus lini pertahanan Laskar Sambernyawa.
Sayangnya, kebobrokan lini belakang sendiri sempat membuat Bali United dalam bahaya. Bek kanan Andhika Wijaya beberapa kali membuat blunder yang menyebabkan Persis mendapat peluang cuma-cuma. Untungnya finishing Persis sama buruknya.
Momen paling kontroversial terjadi ketika Rahmat Arjuna dilanggar di kotak penalti. Wasit Sance Lawita sempat menunjuk titik putih, tetapi setelah memeriksa VAR, keputusan dibatalkan. Bek Persis dinilai lebih dulu menyentuh bola. Drama Bali United vs Persis Solo ini sempat memicu protes dari para pemain dan suporter tuan rumah.
Babak Kedua: Frustrasi Semakin Menumpuk
Setelah jeda, tekanan Bali United tak berkurang. Namun dalam laga Bali United vs Persis Solo, solidnya pertahanan Persis di babak kedua membuat serangan Serdadu Tridatu semakin sulit.
Menit 50 menjadi peluang emas pertama. Brandon Wilson melepaskan tembakan keras yang mengarah tepat ke gawang, tetapi kiper Muhammad Riyandi tampil heroik dengan tepisan gemilang.
Menit 60, peluang terbaik sepanjang laga Bali United vs Persis Solo terjadi. Tendangan bebas Jordy Bruijn meluncur akurat, tetapi hanya membentur mistar gawang. Ribuan suporter Bali United menahan napas.
Menit 80, Boris Kopitovic mendapatkan peluang emas di depan gawang. Namun, bola berhasil diadang bek Persis Solo. Momentum yang seharusnya menjadi pemecah kebuntuan kembali hilang.




Komentar