Karawang – Chelsea kembali menelan kekalahan mengejutkan di pentas Liga Primer Inggris, kali ini tumbang 1-3 dari Leeds United di Stadion Elland Road, Kamis (4/12) malam WIB.
Hasil ini tidak hanya menghentikan tren tujuh laga tak terkalahkan, tetapi juga memicu kekecewaan mendalam sang pelatih, Enzo Maresca, yang menyebut performa timnya ‘jauh di bawah standar.’
“Tidak ada satu pun yang tampil pada level terbaiknya,” ujar Maresca usai pertandingan, suaranya bergetar menahan amarah.
“Mereka lebih baik dari kami dalam segala aspek fisik, intensitas, agresivitas merebut bola, dan mereka pantas menang. Ini malam yang sangat buruk,” tuturnya.
The Blues datang ke Leeds penuh kepercayaan diri setelah mencatatkan catatan impresif tanpa kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir, termasuk kemenangan gemilang atas Barcelona dan hasil imbang ketat melawan Arsenal.
Namun, semua momentum itu runtuh dalam 45 menit pertama yang kacau di Elland Road.
Leeds, yang sebelumnya kalah empat kali beruntun dan berada di peringkat ke-17 klasemen, tampil ganas sejak menit awal.
Jaka Bijol membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-23, diikuti gol kedua Ao Tanaka di pengujung babak pertama dua gol yang lahir dari kelengahan fatal lini belakang Chelsea.
Awal babak kedua sempat memberi harapan ketika Pedro Neto memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Namun, blunder defensif kembali terjadi, kali ini menghadiahkan peluang emas kepada Dominic Calvert-Lewin, yang dengan tenang mengonversinya menjadi gol ketiga Leeds, sekaligus memastikan kemenangan tuan rumah.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Chelsea mengejar puncak klasemen. Mereka kini tertinggal sembilan poin dari Arsenal di posisi kedua, dan terhenti di peringkat keempat posisi yang rentan disalip oleh rival-rival di bawahnya.
Maresca mengakui bahwa absennya Moises Caicedo akibat akumulasi kartu merah setelah laga melawan Arsenal di mana Chelsea bermain 10 lawan 11 sangat terasa.
Statistik bahkan menunjukkan Chelsea hanya menang dalam 29% pertandingan ketika gelandang Ekuador itu tidak jadi starter.
“Kami merindukan Moisés malam ini, dan akan terus merindukannya di laga-laga berikutnya,” kata Maresca.
“Ia pemain penting untuk tim mana pun di dunia. Tanpa dia, kami kehilangan keseimbangan di lini tengah,” lanjutnya.
Pelatih asal Italia itu sebenarnya telah melakukan rotasi strategis Reece James, Wesley Fofana, dan Neto dimainkan untuk menyegarkan skuad, sementara Cole Palmer kembali setelah absen dua bulan akibat cedera.
Namun, upaya itu gagal membuahkan hasil karena tim terlihat kelelahan dan kehilangan ritme.
“Saya berharap ini hanya malam buruk, karena sulit mengambil hal positif dari pertandingan seperti ini,” tambah Maresca.
“Kami tampil luar biasa melawan Arsenal dan Barcelona, tapi itu tidak menjamin konsistensi. Di Liga Primer, Anda harus siap tampil maksimal di setiap laga, kandang maupun tandang,” imbuhnya.
Leeds, di bawah arahan Daniel Farke, tampil dengan intensitas tinggi dan fisik agresif, strategi yang sempurna memanfaatkan kelesuan mental dan fisik Chelsea pasca laga sengit melawan The Gunners.
Kini, Maresca menghadapi tantangan besar: membangkitkan semangat tim sekaligus menjaga konsistensi di tengah jadwal padat. Bagi Chelsea, kekalahan di Elland Road bukan sekadar kehilangan tiga poin—tapi peringatan keras bahwa di Liga Primer, rasa puas diri adalah awal dari kejatuhan.***




Komentar