Kabar Daerah

GEMPA ASN! Bupati Karawang Luncurkan 8 Tekad Kesiapsiagaan KORPRI untuk Wujudkan Indonesia Maju 2045

Bupati Karawang Aep Syaepuloh

Karawang – Bupati Karawang Aep Syaepuloh, secara resmi memimpin Upacara Peringatan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 Tahun 2025 di Plaza Pemerintah Daerah pada Senin, 1 Desember 2025, menandai momen sakral bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.

Mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju,” peringatan ini menjadi panggilan moral bagi KORPRI untuk memperkuat persatuan, integritas, kemandirian, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara.

Dalam sambutannya, Aep menekankan bahwa, KORPRI bukan hanya organisasi profesi, melainkan benteng moral dan penggerak utama transformasi birokrasi yang berorientasi pada keadilan, daya saing, dan kesejahteraan rakyat.

Aep menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi, loyalitas, dan dharma bakti jutaan anggota KORPRI, sekaligus mengajak seluruh ASN untuk menerapkan Delapan Tekad Kesiapsiagaan KORPRI sebagai panduan operasional dalam era tantangan multidimensi.

“Saya mengajak seluruh anggota KORPRI yang berjumlah 5,5 juta ASN di seluruh Indonesia untuk terus siap siaga,” tegas Aep, menyerukan soliditas dan kekompakan dalam melaksanakan misi nasional, saat upacara Hari KOPRI di Plaza Pemda Karawang, Senin (1/12/2025).

Program Bedah Rumah Polres Cimahi Capai 50 Persen, Warga Cikalongwetan Terima Bantuan Hunian Layak

Pertama, KORPRI wajib memperkuat persatuan dan soliditas korps sebagai fondasi utama birokrasi yang tangguh dan tidak mudah terpecah oleh kepentingan sempit.

Kedua, seluruh anggota KORPRI dituntut menegakkan netralitas dan integritas dalam setiap keputusan dan pelayanan publik, menjauhkan diri dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Ketiga, peningkatan profesionalisme dan kompetensi menjadi prasyarat mutlak bagi ASN dalam menghadapi era digitalisasi dan tuntutan pelayanan publik berbasis data serta teknologi.

Keempat, nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak dini dan diwujudkan dalam setiap interaksi dengan masyarakat maupun sesama rekan kerja di lingkungan KORPRI.

Kelima, seluruh ASN dituntut siaga menghadapi bencana baik alam maupun non-alam dengan membina empati sosial dan semangat gotong royong sebagai wujud pengabdian KORPRI kepada rakyat.

Heboh! Mantan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Dilaporkan ke Jaksa Terkait Dugaan Gratifikasi

Keenam, KORPRI memiliki peran strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan negara melalui inovasi layanan, optimalisasi pajak, serta transparansi anggaran yang akuntabel.

Ketujuh, KORPRI dipercaya menjadi garda terdepan dalam mengawal Reformasi Birokrasi guna menuntaskan masalah struktural seperti kemiskinan ekstrem, anak putus sekolah, dan ketimpangan ekonomi di berbagai wilayah.

Delapan, seluruh anggota KORPRI wajib mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen, mencegah kebocoran anggaran, dan menjaga reputasi KORPRI sebagai institusi yang dipercaya masyarakat.

Bupati Karawang menegaskan bahwa KORPRI bukan sekadar simbol administratif, melainkan mesin penggerak pembangunan yang menghubungkan kebijakan pusat dengan realitas di lapangan.

Melalui Delapan Tekad Kesiapsiagaan KORPRI, ASN di Kabupaten Karawang ditantang untuk menjadi agen perubahan yang progresif, responsif, dan humanis dalam melayani masyarakat.

Polsek Cikalongwetan Gelar Patroli Pra Operasi Ketupat Lodaya 2026, Antisipasi Perang Sarung dan Balapan Liar Menjelang Sahur

Ia juga mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dikelola oleh ASN adalah amanah rakyat, sehingga kebocoran, pemborosan, atau penyalahgunaan wewenang merupakan pengkhianatan terhadap semangat KORPRI.

“Dengan semangat bersatu dan berdaulat, KORPRI teguh berintegritas dan profesionalisme, menuju Indonesia Maju 2045,” ujar Bupati, menutup sambutannya dengan slogan ikonik: “KORPRI Setia Hingga Akhir!

Pernyataan tersebut bukan hanya retorika, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan melalui kinerja nyata, inovasi layanan, dan pengabdian tanpa pamrih oleh seluruh anggota KORPRI di Karawang.

Di tengah tantangan global seperti resesi, perubahan iklim, dan transformasi digital, KORPRI dituntut menjadi garda terdepan yang adaptif, berani berinovasi, dan tetap berpihak pada rakyat kecil.

Bupati menekankan bahwa KORPRI memiliki tanggung jawab historis untuk menjaga stabilitas negara, mempercepat pemulihan ekonomi, dan memastikan pembangunan berkeadilan sampai ke pelosok desa.

Oleh karena itu, Delapan Tekad Kesiapsiagaan KORPRI bukan hanya dokumen internal, melainkan kontrak sosial antara ASN dan rakyat yang harus dipenuhi setiap hari.

Dengan jumlah anggota mencapai jutaan, KORPRI memiliki kekuatan kolektif luar biasa jika dikelola dengan integritas, maka birokrasi Indonesia bisa menjadi salah satu yang paling efisien di Asia.

Momentum Hari KORPRI ke-54 ini menjadi pengingat bahwa ASN bukan sekadar pegawai, tetapi pahlawan pembangunan yang bekerja dalam diam namun berdampak luar biasa.

Melalui kepemimpinan visioner seperti Bupati Karawang, KORPRI di daerah bisa menjadi laboratorium kebijakan untuk menciptakan birokrasi yang cepat, bersih, dan berorientasi solusi.

KORPRI di Karawang kini berada di garda terdepan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan fondasi delapan tekad yang menyentuh akar permasalahan bangsa.

Dengan semangat tersebut, tidak berlebihan jika peringatan KORPRI tahun ini disebut sebagai “Gempa ASN”—sebuah gerakan diam yang mengguncang birokrasi lama dan membuka jalan bagi era pelayanan publik yang transformatif.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *