Para korban awalnya dibuat percaya melalui hubungan asmara palsu, sebelum akhirnya diminta menyetor uang ke aplikasi ilegal.
Modus Penipuan yang Terstruktur
Hanif menjelaskan bahwa korban akan diberi keuntungan pada transaksi awal untuk meningkatkan kepercayaan.
“Saat pertama deposit, itu adalah kemenangan, tapi saat saldo sudah membengkak di rekening kita, uang tersebut tidak akan pernah bisa ditarik dengan dalih pajak yang tak kunjung usai,” paparnya.
Modus ini dirancang agar korban terus melakukan deposit tanpa pernah bisa menarik kembali uangnya.
Kondisi Kerja yang Tidak Manusiawi
Jam Kerja Panjang dan Tekanan Target
Hanif bekerja di sebuah gedung apartemen tiga lantai bersama sekitar 40 warga negara Indonesia lainnya.
Mereka bekerja dari pukul 07.00 pagi hingga 23.00 malam, menggunakan perangkat komputer dan ponsel untuk mencari korban.
Tekanan untuk mencapai target sangat tinggi, dan kegagalan memenuhi target berujung pada hukuman berat.
Penyiksaan Fisik dan Tidak Dibayar
Hanif mengaku mengalami penyiksaan fisik selama bekerja.
“Dua bulan saya tidak digaji. Bulan ketiga baru dapat gaji 800 dolar. Dan setelah bekerja 3 bulan di perusahaan itu, saya dianiaya karena tidak memenuhi target, saya disetrum oleh bos saya, dan leader-leader saya yang ada di Kamboja itu. Dan setelah itu kami sempat dijual lagi ke perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama,” kata dia.
Di perusahaan kedua, kondisinya bahkan lebih buruk.
Ia tidak menerima gaji sama sekali selama tiga bulan bekerja.
Bagaimana Hanif Bisa Melarikan Diri?
Momen Penggerebekan Polisi Kamboja
Kesempatan untuk kabur datang ketika gedung tempat mereka bekerja digerebek oleh polisi setempat.
“Kurang lebih selama 3 bulan bekerja dengan siksaan tanpa gaji di perusahaan kedua, akhirnya gedung tempat kita kerja digerebek polisi Kamboja, dan saya dengan teman-teman memilih kabur ke KBRI,” tutur Hanif.
Momen tersebut dimanfaatkan Hanif dan rekan-rekannya untuk menyelamatkan diri.
Perlindungan di KBRI
Setelah berhasil kabur, Hanif menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mendapatkan perlindungan.
Langkah ini menjadi titik balik yang memungkinkan dirinya kembali ke Indonesia.
Kapan Hanif Berhasil Pulang ke Indonesia?
Hanif akhirnya berhasil kembali ke tanah air pada 20 Maret 2026, atau sehari sebelum Idulfitri.
Kepulangannya menjadi momen emosional bagi keluarga yang telah lama menanti.
Siapa yang Membantu Kepulangan Hanif?
Peran Ketua Komisi III DPRD Karawang
Kepulangan Hanif tidak lepas dari bantuan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Deddy Indrasetiawan.
“Sebenarnya kan tidak ada hubungan dengan Komisi III DPRD Karawang, tapi ini warga saya, dan memang kondisi keluarganya tidak mampu untuk membiayai kepulangan Hanif,” ujar Deddy saat mendampingi Hanif.
Sumber: https://mahidara.co/kisah-hanif-korban-tppo-kamboja-scam-love-dan-penyiksaan-2026/