Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Kendala Fiskal, Proyek Rp34 Miliar Jalan Pangkalan Karawang Terhenti

4 menit baca
Ukuran teks 100%

Karawang, MAHIDARA – Proyek perbaikan Jalan Badami-Loji senilai sekitar Rp34 miliar di Kecamatan Pangkalan, Karawang, mangkrak dan menuai kekecewaan warga. Ketua Karang Taruna Kecamatan Pangkalan, Legianto, menyebut proyek itu telah menghambat aktivitas masyarakat sekitar.

Ruas jalan tersebut berada di Kecamatan Pangkalan, salah satu wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Warga di kawasan itu turut menanti kepastian kelanjutan pekerjaan yang sempat tersendat.

Legianto menilai proyek berskala besar itu semestinya turut melibatkan warga lokal. Ia menyoroti minimnya kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekitar selama pengerjaan proyek berlangsung.

Pernyataan itu disampaikan Legianto pada Sabtu, 11 Juli 2026, seiring proyek yang tak kunjung rampung. Ia menyampaikan keluhan itu mewakili suara masyarakat Kecamatan Pangkalan yang terdampak langsung.

“Kami sangat kecewa karena proyek perbaikan Jalan Badami-Loji yang nilainya mencapai sekitar Rp34 miliar justru mangkrak. Masyarakat lokal juga tidak dilibatkan, padahal seharusnya mereka bisa menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dari proyek ini,” ujar Legianto, Sabtu (11/7/2026).

Kekecewaan itu bukan tanpa alasan.

Nilai proyek yang mencapai Rp34 miliar dinilai sebanding dengan dampak yang semestinya dirasakan warga. Namun kenyataannya, pekerjaan fisik di lapangan justru terhenti tanpa kepastian waktu.

Ketiadaan pelibatan warga lokal turut memperbesar kekecewaan publik atas mangkraknya proyek ini. Padahal proyek infrastruktur berskala miliaran rupiah semacam ini idealnya turut membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Ia lantas mendesak otoritas terkait mengevaluasi keseluruhan proses proyek tersebut. Evaluasi itu disebut mencakup tahapan tender hingga kinerja penyedia jasa yang ditunjuk mengerjakan proyek.

“Saya meminta pihak berwenang mengevaluasi proses tender maupun penyedia jasa. Menurut saya, PT Dollar Lestari Mandiri yang saat ini mengerjakan proyek tersebut patut dievaluasi. Perusahaan yang kompeten seharusnya mampu mengantisipasi kendala fiskal. Mangkraknya proyek ini menunjukkan adanya persoalan yang harus menjadi bahan evaluasi,” kata dia.

Sorotan itu mengarah ke kontraktor.

Permintaan evaluasi itu tidak hanya menyasar penyedia jasa, tetapi juga mekanisme lelang proyek secara keseluruhan. Legianto menilai perusahaan yang kompeten mestinya mampu mengantisipasi risiko kendala fiskal sejak awal.

PT Dollar Lestari Mandiri merupakan penyedia jasa yang tengah mengerjakan proyek Jalan Badami-Loji. Perusahaan itu kini menjadi sorotan utama Legianto terkait mangkraknya pekerjaan di lapangan.

Nama PT Dollar Lestari Mandiri disebut eksplisit oleh Legianto sebagai penyedia jasa yang harus dievaluasi kinerjanya. Permintaan itu muncul lantaran perusahaan tersebut dinilai belum mampu menuntaskan pekerjaan sesuai target.

Sumber: https://mahidara.co/proyek-jalan-badami-loji-mangkrak-karang-taruna-pangkalan-karawang/

· · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *