Skema pengamanan berlapis, mulai dari jalur transportasi hingga kantong suporter, mencerminkan antisipasi menyeluruh terhadap berbagai skenario pergerakan massa. Setiap lini pengamanan saling melengkapi guna menutup celah pergerakan suporter yang nekat menuju Jakarta.
Kombes Pol. Mario menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sedikitnya 12 titik nonton bareng di wilayah Karawang. Seluruh titik tersebut akan mendapat pengamanan penuh mulai sebelum kick-off hingga pembubaran massa pascapertandingan.
Penyediaan titik nobar dalam jumlah signifikan ini menjadi alternatif konkret bagi suporter yang tetap ingin menyaksikan laga secara berkelompok. Opsi ini sekaligus mengurangi alasan bagi suporter untuk memaksakan perjalanan ke Jakarta.
Menonton bersama di wilayah sendiri tetap memberi pengalaman kolektif tanpa menambah beban pengamanan lintas daerah. Dukungan terhadap tim kesayangan tidak harus diwujudkan lewat kehadiran fisik di stadion lawan.
Pengamanan penuh sejak sebelum kick-off hingga pembubaran massa menandakan cakupan pengawasan yang menyeluruh, bukan sekadar antisipasi jelang pertandingan. Pola ini turut mencegah potensi kerumunan yang menumpuk usai laga selesai.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan melakukan tindakan sweeping terhadap suporter yang berangkat ke Jakarta. Petugas hanya akan menghentikan dan mengimbau kembali rombongan atau konvoi yang nekat menuju ibu kota.
Pendekatan tanpa sweeping ini menunjukkan kepolisian mengutamakan langkah persuasif dibanding tindakan represif. Pola penanganan semacam ini umum diterapkan pada pengamanan pertandingan sepak bola berisiko tinggi.
Seluruh rangkaian pengamanan disiapkan sejak jauh hari sebelum laga berlangsung. Koordinasi lintas instansi turut melibatkan personel di berbagai titik strategis wilayah Karawang.
Langkah pengamanan ini diambil untuk menjaga ketertiban umum dan keselamatan bersama sepanjang laga tandang Persib melawan Persija berlangsung.
Sumber: https://mahidara.co/polresta-karawang-imbau-suporter-persib-tak-ke-jakarta/