Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Percepat Penanganan Genangan Tol Sedyatmo, Jasa Marga Kerahkan 9 Pompa di Titik Kritis

4 menit baca
Ukuran teks 100%

Respons Cepat di Tengah Curah Hujan Ekstrem Jabodetabek

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur kawasan Jabodetabek sejak Minggu, 11 Januari 2026, kembali menekan sistem drainase di sejumlah infrastruktur vital, termasuk Ruas Tol Sedyatmo. Jalur strategis penghubung Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini menjadi sorotan publik akibat genangan air yang mengganggu kelancaran lalu lintas.

Menanggapi kondisi tersebut, Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division mengambil langkah percepatan penanganan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya di lapangan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen operator jalan tol nasional dalam menjaga konektivitas dan keselamatan pengguna jalan, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.

Optimalisasi Pompa Jadi Fokus Penanganan Lapangan

Melalui Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad bersama Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), Jasa Marga mengoperasikan total 9 unit pompa air untuk mempercepat pengurangan debit genangan.

Rinciannya, tujuh pompa permanen telah lebih dulu bekerja, dengan distribusi:

  • Tiga pompa di Off Ramp Gerbang Tol Pluit 3
  • Empat pompa di Off Ramp Cengkareng Business Center (CBC)

Untuk mempercepat proses penanganan, sejak pukul 12.00 WIB, Jasa Marga menambahkan dua unit pompa mobile, masing-masing satu unit di setiap lokasi. Dengan demikian, total sembilan pompa kini bekerja simultan di titik-titik paling kritis.

Langkah ini mencerminkan pendekatan teknis berbasis pengalaman lapangan (experience), di mana penambahan pompa mobile menjadi solusi cepat ketika kapasitas sistem tetap menghadapi tekanan debit air berlebih.

Limpasan Air Kawasan Jadi Tantangan Utama

Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Bekti, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan genangan bukan hanya hujan di badan jalan tol, melainkan tingginya limpasan air dari kawasan sekitar yang masuk ke saluran drainase tol.

Menurutnya, kondisi ini membuat kerja pompa menjadi lebih berat karena volume air yang harus dialirkan keluar meningkat signifikan dalam waktu singkat. Dari perspektif teknis, situasi tersebut menunjukkan keterbatasan sistem drainase jika tidak terintegrasi secara menyeluruh dengan wilayah sekitarnya.

“Kami berupaya semaksimal mungkin mempercepat penanganan genangan dengan optimalisasi sembilan unit pompa. Namun limpasan air dari kawasan sekitar melalui saluran jalan tol memang cukup tinggi. Di sisi lain, kami juga terus berkoordinasi dengan Kepolisian untuk pengaturan lalu lintas,” ujar Ginanjar.

Pernyataan ini memperkuat aspek authority dan trustworthiness, karena disampaikan langsung oleh pejabat struktural yang memiliki kewenangan dan pemahaman teknis atas kondisi di lapangan.

Sumber: https://mahidara.co/percepat-penanganan-genangan-tol-sedyatmo-jasa-marga-kerahkan-9-pompa/

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *