Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Ketua PERADI Karawang Satir Barrier Gate Mapolresta: Pelayanan Menurun

4 menit baca
Ukuran teks 100%

Karawang, MAHIDARA – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Karawang mengkritik keras barrier gate di pintu masuk gerbang Mapolresta Karawang. Ketuanya mendesak pencabutan palang pembatas akses kendaraan itu.

Ketua DPC PERADI Karawang, Asep Agustian, S.H., M.H., melempar satir atas akses pelayanan di Mapolresta Karawang pada Kamis (22/10/2026). Menurutnya, barrier gate hanya membuat ribet masyarakat yang berkunjung.

Asep, dengan sapaan akrab Askun, membandingkan Mapolresta Karawang dengan markas kepolisian di berbagai tingkat. Ia mendasarkan perbandingan itu pada pengalamannya selama ini.

Barrier gate yang Askun persoalkan berupa palang pembatas akses kendaraan di pintu masuk gerbang Mapolresta Karawang. Ia menilai palang itu mempersulit masyarakat yang datang.

Askun menempatkan masyarakat yang berkunjung sebagai pihak yang terdampak. Keribetan itu ia kaitkan dengan barrier gate dan juga dengan parkir berbayar di luar Mapolresta.

“Sepengalaman saya selama ini, kayaknya cuma di Mapolresta Karawang yang seribet ini,” tutur Askun.

“Padahal di Polres, Polresta, Polda atau bahkan Mabes Polri sekalipun gak seribet di Mapolresta Karawang. Barrier gate cuma bikin ribet masyarakat yang berkunjung saja,” lanjutnya.

Dalam perbandingan itu, Askun menyebut empat markas kepolisian: Polres, Polresta, Polda, dan Mabes Polri. Menurutnya, tidak satu pun dari markas tersebut yang seribet Mapolresta Karawang.

Secara garis besar, kritik Askun mencakup tiga hal: barrier gate, parkir berbayar di luar Mapolresta, dan status Polresta yang tidak membawa peningkatan layanan.

Kritiknya tidak berhenti di barrier gate. Askun juga menyoroti perubahan status dari Polres menjadi Polresta.

Menurutnya, perubahan status itu seharusnya meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Ia menyebut masyarakat justru semakin ribet karena harus memarkir kendaraan di luar Mapolresta dengan cara berbayar.

Dari situ, Askun melontarkan usul. Ia menyarankan status Mapolresta kembali menjadi Mapolres.

“Kalau begini ceritanya, lebih baik kembalikan lagi saja statusnya menjadi Mapolres. Karena pelayanannya bukannya meningkat, ini malah menurun,” katanya.

Askun menilai pelayanan Mapolresta Karawang menurun, bukan meningkat. Penilaian itu ia sampaikan setelah menyoroti barrier gate dan aturan parkir.

Soal parkir, Askun mempertanyakan peruntukan halaman parkir di dalam Mapolresta. Ia menyebut halaman itu khusus untuk kendaraan anggota kepolisian.

“Ya, sekarang begini, itu halaman parkir di dalam Mapolresta dikhususkan buat kendaraan anggota kepolisian. Sementara masyarakat diarahkan parkir di luar yang berbayar,” ujarnya.

“Jadi sebenarnya ini kantor pelayanan masyarakat apa kantor atau rumah pribadi,” tanya Askun.

Sumber: https://mahidara.co/peradi-karawang-kritik-barrier-gate-mapolresta-karawang/

· · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *