Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Hutan Sanggabuana 11.743 Hektare Disetujui Jadi Tahura, Langkah Besar Konservasi di Jawa Barat

5 menit baca
Ukuran teks 100%

Kapan Proses Ini Dimulai dan Bagaimana Perjalanannya?

Dimulai Sejak 2021

Perjalanan menuju status konservasi sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2021.

Pada saat itu, dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kawasan Sanggabuana sempat direncanakan menjadi Taman Nasional.

Perubahan Arah Kebijakan

“Namun dalam perkembanganya, dan berdasarkan kondisi di lapangan, bentuk paling ideal bagi status kawasan Pegunungan Sanggabuana bagi pemerintah adalah sebagai Taman Hutan Raya, atau Areal Preservasi,” ucap Annisa.

Perubahan ini dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis dan kondisi riil di lapangan.

Bagaimana Kondisi Keanekaragaman Hayati di Sanggabuana?

Ratusan Jenis Satwa Liar

Data dari SCF menunjukkan bahwa kawasan ini menjadi habitat bagi 482 jenis satwa liar.

Dari jumlah tersebut:

  • 50 jenis satwa dilindungi berdasarkan Permen 106 Tahun 2018
  • 292 jenis masuk dalam daftar merah IUCN (Red List)

“Bahkan 43 jenis diantaranya juga masuk dalam Appendiks CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora),” ungkap Annisa.

Spesies Kunci yang Dilindungi

Publikasi ilmiah SCF juga mencatat keberadaan:

  • 311 individu Owa Jawa (Hylobates moloch) dari 103 kelompok
  • 20 individu Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas)

Keberadaan spesies langka ini menjadi alasan kuat perlunya perlindungan kawasan.

Apa Peran Sanggabuana bagi Lingkungan?

Sumber Mata Air dan Hulu Sungai

“Selain kaya akan jenis satwa liar, kawasna hutan Pegunungan Sanggabuana juga mempunyai sebaran titik mata air atau hulu sungai sebanyak 339 yang tersebar di 4 Kabupaten.”

Hampir separuh dari mata air tersebut bermuara ke sungai yang menyuplai Waduk Jatiluhur.

Sisanya mengalir ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, yang memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat di Jawa Barat.

Fungsi Strategis bagi Ekosistem

Keberadaan hutan ini sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk:

  • Menyediakan air bersih
  • Menjaga keanekaragaman hayati
  • Mengurangi risiko bencana alam

Mengapa Konservasi Ini Menjadi Penting?

Perlindungan Maksimal dari Pemerintah

“Kenapa kita ingin diterapkan dengan pola hutan konservasi, karena akan ada upaya perlindungan dan pelestarian lebih maksimal dari pemerintah terhadap kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana,” imbuhnya.

Status konservasi akan memberikan payung hukum yang kuat dalam menjaga kelestarian kawasan.

Dampak Jangka Panjang

Dengan perlindungan yang lebih baik, kawasan ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Bagaimana Tanggapan SCF atas Persetujuan Ini?

Hasil dari Perjuangan Panjang

Bagi SCF, persetujuan ini merupakan hasil dari upaya panjang selama lebih dari lima tahun.

“Dalam perjalanan melakukan eksplorasi ilmiah dan upaya konservasi SCF dengan beberapa perguruan tinggi, lembaga konservasi, dan TNI AD, selama lebih dari 5 tahun ini, akhirnya berbuah manis, kami merasa sangat bersyukur atas segala upaya ini,” pungkasnya.

Sumber: https://mahidara.co/hutan-sanggabuana-11743-hektare-segera-jadi-tahura-konservasi-jabar/

· · · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *