Keluhan Aparatur Lingkungan Mencuat ke Publik
Dugaan pemotongan honor RT dan RW di Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, kini menjadi sorotan publik. Sejumlah aparatur lingkungan desa mengaku keberatan atas kebijakan yang diduga dilakukan secara sepihak oleh Kepala Desa Cikampek Timur, Kriswanto, dan disebut telah terjadi berulang kali.
Informasi tersebut diungkapkan oleh salah seorang Ketua RT yang enggan disebutkan namanya. Ia menyatakan bahwa pemotongan honor sudah berlangsung lebih dari satu kali dengan alasan yang dinilai tidak jelas dan minim transparansi.
“Honor kami sering dipotong dengan berbagai alasan, padahal nominalnya sendiri sudah kecil,” ujarnya kepada awak media.
Keluhan ini menambah daftar persoalan tata kelola pemerintahan desa yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
Tidak Ada Musyawarah, RT/RW Merasa Diabaikan
Menurut pengakuan sumber tersebut, pemotongan honor dilakukan tanpa melalui mekanisme musyawarah atau rapat dengan RT dan RW sebagai penerima honor. Honor yang diterima disebut sudah dalam kondisi berkurang, tanpa penjelasan rinci mengenai dasar dan peruntukan pemotongan tersebut.
“Seharusnya ada komunikasi dulu, supaya kami tahu pemotongan ini untuk apa. Tapi kenyataannya, alasan disampaikan secara sepihak dan setelah honor diterima,” ungkapnya.
Kondisi ini memunculkan rasa kecewa di kalangan RT/RW. Sebab, honor yang mereka terima selama ini dianggap tidak sebanding dengan beban tugas di lapangan, mulai dari pelayanan administrasi warga hingga menjaga kondusivitas lingkungan.
Ada Rasa Sungkan untuk Menolak
Lebih jauh, aparatur lingkungan tersebut mengaku tidak memiliki ruang yang cukup untuk menyampaikan keberatan secara terbuka. Relasi struktural antara kepala desa dan RT/RW disebut menjadi faktor utama munculnya rasa sungkan dan kekhawatiran.
“Kami sebenarnya keberatan, tapi merasa tidak punya kuasa untuk menolak. Takut berdampak pada hubungan kerja,” ujarnya.
Pengakuan ini mencerminkan adanya persoalan relasi kekuasaan di tingkat desa yang dinilai perlu dikelola secara lebih sehat dan profesional, agar tidak menimbulkan ketimpangan dan rasa tertekan di kalangan aparatur.
Sorotan pada Gaya Kepemimpinan Kepala Desa
Tak hanya soal honor, sumber yang sama juga menyoroti gaya kepemimpinan Kepala Desa Cikampek Timur yang dinilai kurang komunikatif. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia menyebut adanya penyampaian yang terkesan menekan, khususnya saat membicarakan dukungan dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) mendatang.
“Permintaan dukungan Pilkades itu disampaikan dengan nada yang membuat kami merasa terbebani. Seolah ada tekanan, bukan sekadar ajakan,” tuturnya.
Sumber: https://mahidara.co/honor-rt-rw-cikampek-timur-diduga-dipotong-sepihak-inspektorat-diminta/