Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

22 Rumah Hancur Akibat Bencana di Karawang, DPRKP Target Rampung Dua Pekan

4 menit baca
Ukuran teks 100%

Karawang, 22 rumah hancur akibat bencana di Karawang menjadi dampak serius dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Desember 2025 hingga awal 2026. Intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang dan banjir menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat hingga tidak lagi layak huni. Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPRKP) bergerak cepat melakukan pendataan sekaligus perbaikan terhadap rumah-rumah terdampak demi memastikan warga dapat kembali tinggal dengan aman dan layak.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini menjadi salah satu ujian besar bagi ketahanan permukiman warga, khususnya di daerah rawan banjir dan angin puting beliung. Kerusakan rumah tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial dan psikologis warga yang terdampak langsung.

DPRKP Karawang Fokus Tangani Rumah Rusak Berat

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karawang, Asep Hazar, menjelaskan bahwa pihaknya menerima puluhan laporan rumah rusak akibat bencana. Dari seluruh laporan tersebut, DPRKP memprioritaskan penanganan terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat dan masuk kategori darurat.

Menurut Asep, hingga saat ini terdapat 22 rumah yang telah diputuskan untuk langsung diperbaiki oleh pemerintah daerah karena kondisinya dinilai tidak memungkinkan untuk dihuni kembali tanpa intervensi cepat. Seluruh kerusakan tersebut dipastikan terjadi akibat bencana alam, bukan karena faktor kelalaian bangunan.

Pernyataan Resmi DPRKP Karawang

Dalam keterangannya kepada wartawan saat ditemui di Plaza Pemda Karawang pada Rabu petang (21/1/2026), Asep menyampaikan bahwa langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat terdampak bencana.

Ia menegaskan bahwa proses perbaikan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan tingkat kerusakan, kondisi cuaca, serta ketersediaan material bangunan di lapangan.

Persebaran 22 Rumah Rusak di 12 Kecamatan

Asep mengungkapkan bahwa 22 rumah hancur akibat bencana di Karawang tersebut tersebar di 12 kecamatan, mencerminkan luasnya dampak cuaca ekstrem yang terjadi. Kecamatan-kecamatan yang terdampak meliputi Kutawaluya, Telagasari, Rawamerta, Tirtajaya, Cibuaya, Banyusari, Batujaya, Telukjambe Timur, Cilebar, Jayakerta, serta Cilamaya Kulon.

Kerusakan yang dialami warga pun beragam. Sebagian rumah hancur diterjang banjir yang merendam fondasi dan dinding bangunan, sementara lainnya roboh akibat terpaan angin kencang dan hujan ekstrem yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi geografis dan drainase di beberapa wilayah juga turut memperparah dampak bencana.

Progres Pembangunan Rumah Terdampak

Dari total 22 unit rumah, saat ini 10 unit telah memasuki tahap pembangunan, sementara 12 unit lainnya masih menunggu distribusi material ke lokasi. Proses ini dilakukan secara bertahap agar kualitas bangunan tetap terjaga dan sesuai dengan standar rumah layak huni.

Sumber: https://mahidara.co/22-rumah-hancur-akibat-bencana-di-karawang-prkp-target-selesai-2-pekan/

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *