Karawang, MAHIDARA – Dua pekerja pabrik peleburan baja PT KPSS di Jalan Raya Badami-Loji, Desa Taman Mekar, Kabupaten Karawang, mengalami luka bakar akibat ledakan tungku peleburan. Peristiwa itu terjadi Jumat (31/7/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.
Ledakan tersebut terjadi di area produksi, tepat ketika tungku peleburan sedang beroperasi pada jam kerja shift malam. Dua pekerja yang berada di titik produksi itu terkena dampak ledakan secara langsung.
Yanto (40), saudara dari salah satu korban, membenarkan insiden yang menimpa keluarganya. Kabar kecelakaan itu pertama kali diketahuinya menjelang subuh.
“Saat itu saudara saya sedang bekerja sifht malam, saya dengan informasi subuh kalau saudara saya dilarikan ke RS Mandaya akibat kecelakaan, tapi waktu itu belum tahu kecelakaannya seperti apa,” kata Yanto, saat dihubungi, Senin (3/8/2026).
Saat itu, Yanto mengaku belum mengetahui detail penyebab kecelakaan yang menimpa saudaranya. Ia hanya mendapat informasi bahwa korban sudah dilarikan ke rumah sakit.
Kejelasan penyebab ledakan baru didapat belakangan, berdasarkan keterangan pihak manajemen PT KPSS. Ledakan diduga dipicu bahan peledak yang lolos dari proses penyortiran besi bekas atau scrap sebelum masuk tahap peleburan.
“Katanya akibat ledakan dari tungku, disana ada bahan peledak yang tercampur scraf sehingga ledakannya terkena saudara saya dan satu rekan kerjanya yang bekerja di bagian tersebut,” kata dia.
Material yang seharusnya tersaring pada proses sortir itu disebut ikut terbawa ke tahap peleburan. Akibatnya, ledakan terjadi tepat saat dua pekerja tengah bertugas di bagian tersebut.
Saudara Yanto kini masih menjalani perawatan intensif di RS Mandaya. Luka bakar yang dideritanya mencapai 45 persen di sekujur tubuh.
Satu rekan kerja korban yang turut terkena ledakan disebut mengalami kondisi luka serupa. Keduanya sempat berada dalam kondisi kritis usai kejadian.
“Lukanya 45 persen, Alhamdulillah sudah sadar, tinggal perawatan lanjutan,” ucap Yanto.
Kabar terbaru menyebut kondisi kedua korban berangsur membaik. Keduanya disebut sudah sadar penuh, meski masih membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit.
Di luar kondisi medis, keluarga korban juga menyoroti status kerja saudaranya di PT KPSS. Yanto menyebut saudaranya berstatus pekerja borongan, bukan karyawan tetap.
Status itu membuat keluarga khawatir soal kejelasan hak dan kompensasi pascakecelakaan. Terlebih, korban disebut sebagai tulang punggung utama keluarganya.
“Masih menunggu informasi yah, kita harap sih ada informasi lanjutan dari perusahaan karena statusnya pekerja borongan, mudah-mudahan aja ada kompensasi lain, seperti diangkat karyawan, karena saudara saya merupakan tulang punggung keluarga,” imbuhnya.
Sumber: https://mahidara.co/tungku-peleburan-baja-pt-kpss-meledak-dua-pekerja-terluka-karawang/