Daftar isi
Shalat Istisqa Pangulah Utara Karawang: Doa Bersama Memohon Hujan
INFO TEKNO> Pemerintah Desa Pangulah Utara di Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, dan Ikatan Pengurus Masjid dan Mushola (IPMM) menggelar Shalat Istisqa serta doa bersama pada hari Minggu, 25 Oktober 2026.
Kegiatan itu berlangsung di lapangan bola yang bersebelahan dengan Kantor Desa Pangulah Utara. Acara memadukan Shalat Istisqa dengan doa bersama dalam satu rangkaian untuk memohon turunnya hujan.
IPMM menjadi penggagas kegiatan tersebut, sedangkan Ust. Jaja Suharja, S.Pd.I. memimpin organisasi itu sebagai ketua. Nama organisasi merujuk pada para pengurus masjid dan mushola di Desa Pangulah Utara.
Mushola merupakan tempat ibadah umat Islam yang umumnya lebih kecil daripada masjid. Pengurus kedua jenis rumah ibadah itu tergabung dalam IPMM.
Sebutan Ust. merupakan singkatan dari ustaz, yaitu guru agama dalam tradisi Islam di Indonesia. Gelar S.Pd.I. berarti Sarjana Pendidikan Islam.
Ketua IPMM Ust. Jaja Suharja, S.Pd.I. menyampaikan kegiatan ini berlangsung “sebagai ikhtiar spiritual umat Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT agar segera diturunkan hujan, sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian terhadap lingkungan”.
Ikhtiar berarti upaya manusia untuk mencapai suatu tujuan. Dalam pernyataan Ust. Jaja, upaya itu berbentuk permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera turun.
Keimanan berarti keyakinan kepada Allah SWT, sedangkan ketakwaan berarti kesungguhan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kedua nilai itu menjadi bagian dari ajakan Ust. Jaja kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut juga mengaitkan ibadah dengan sikap warga terhadap lingkungan sekitar. Dengan begitu, kegiatan ini memuat pesan yang melampaui permohonan hujan.
Istisqa berasal dari bahasa Arab yang bermakna meminta hujan. Dalam tradisi Islam, Shalat Istisqa termasuk salat sunnah untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Salat sunnah bersifat anjuran, berbeda dengan salat wajib lima waktu. Umat Islam menunaikan Istisqa pada kondisi tertentu, bukan pada waktu rutin harian.
Umat Islam umumnya melaksanakannya ketika hujan lama tidak turun dan kebutuhan air mulai terasa mendesak. Pelaksanaannya biasanya berjamaah di tempat terbuka, seperti lapangan.
Salat tersebut terdiri atas dua rakaat dan lazim berlanjut dengan khutbah serta doa memohon hujan. Jamaah juga memperbanyak istigfar, yakni permohonan ampun kepada Allah SWT.
Rangkaian ibadah itu mencerminkan keyakinan bahwa hujan merupakan rahmat Allah SWT yang manusia mohonkan lewat doa dan sikap bertobat. Kekeringan sendiri merujuk pada kondisi berkurangnya pasokan air akibat hujan yang lama tidak turun.
Sumber: https://mahidara.co/shalat-istisqa-ipmm-pangulah-utara-karawang/