Momentum 2025 menjadi titik penting dalam perjalanan program ini. Realisasi Rutilahu 2025 bahkan berhasil melampaui target — tembus 2.870 unit, melewati target awal 2.249 unit yang ditetapkan untuk tahun tersebut. Capaian ini memberi sinyal positif bahwa akselerasi pembangunan hunian layak di Karawang berada di jalur yang tepat.
Untuk 2026, target naik menjadi 2.500 unit — sesuai alokasi tahunan RPJMD. Program Rumah Layak Huni ini tersebar di seluruh kecamatan di Karawang, menjadikannya salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni secara menyeluruh.
Berdasarkan sistem informasi DPRKP Karawang, data Rutilahu yang telah teridentifikasi dan tercatat di 2026 sudah mencapai 589 unit, sementara total rumah yang telah berhasil menjadi layak huni dalam periode 2015–2025 mencapai 5.302 unit.
Dari sisi anggaran, komitmen fiskal pemerintah daerah juga signifikan. Setiap unit Rutilahu mendapat alokasi anggaran sebesar Rp46,9 juta, dengan total anggaran program pada 2025 mencapai Rp105,4 miliar lebih. Angka ini mencerminkan besarnya investasi sosial yang ditanamkan Pemkab Karawang untuk sektor perumahan rakyat.
Gentengisasi: Standar Baru Hunian Sehat di Karawang
Salah satu keunggulan program Rutilahu Karawang dibandingkan banyak daerah lain adalah kebijakan gentengisasi yang sudah diterapkan jauh sebelum menjadi instruksi nasional. Bupati Aep Syaepuloh menegaskan bahwa Pemkab Karawang telah melaksanakan gentengisasi dalam program Rutilahu sejak 2023 — mengganti atap berbahan seng, asbes, atau material tidak layak menjadi genteng tanah liat.
Kebijakan ini kemudian mendapat penguatan dari level nasional. Presiden Prabowo Subianto mencanangkan program gentengisasi nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional kepala daerah di Sentul, Jawa Barat, dengan tujuan meningkatkan kualitas hunian sekaligus melindungi kesehatan penghuni dari risiko penyakit.
Bagi warga Desa Kutagandok dan wilayah lain yang menjadi sasaran Rutilahu, gentengisasi bukan sekadar estetika. Atap genteng terbukti lebih tahan lama, tidak berkarat, tidak memicu masalah kesehatan pernapasan seperti asbes, dan jauh lebih nyaman secara termal dibandingkan seng. Ini adalah perubahan kualitas hidup yang terasa langsung oleh penghuni.
SIIMAH: Data Akurat sebagai Fondasi Perencanaan
Peninjauan lapangan yang dilakukan DPRKP bersama Bupati Aep di Kutagandok tidak berjalan tanpa sistem pendukung. Di balik setiap kunjungan lapangan, terdapat infrastruktur data digital yang menopang seluruh perencanaan program Rutilahu Karawang.
DPRKP Karawang mengembangkan aplikasi SIIMAH (System Information of Housing Management) yang kini telah terintegrasi dengan domain resmi Pemkab Karawang. Aplikasi ini menjadi fondasi dalam menentukan peta jalan penuntasan Rutilahu, sekaligus mendukung perencanaan pembangunan perumahan dan permukiman secara menyeluruh.
Sumber: https://mahidara.co/rutilahu-karawang-2026-bupati-aep-tinjau-desa-kutagandok-kutawaluya/