Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

PHE ONWJ Bekali 50 Jurnalis Jabar Wawasan Geopolitik Migas dan Etika AI

4 menit baca
Ukuran teks 100%

Bandung, MAHIDARA — Sebanyak 50 jurnalis dari Karawang, Subang, dan Indramayu mengikuti Media Gathering 2026 yang digelar PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Acara dua hari ini berlangsung pada 23-24 September 2026.

PHE ONWJ menggelar kegiatan tersebut di Ibis Trans Studio Hotel Bandung sebagai wujud komitmen menjaga kolaborasi harmonis bersama insan pers. Ketiga kabupaten yang terwakili berada di jalur pesisir utara Jawa Barat.

Head of Communication, Relations, & CID PHE ONWJ Indra Darmawan menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran para wartawan. Mereka hadir di tengah kesibukan mencari berita di daerah masing-masing.

“Media Gathering ini adalah wujud apresiasi dan ruang silaturahmi santai di luar rutinitas profesional sehari-hari,” ujar Indra.

Format acara tidak sebatas mempererat keakraban antara perusahaan dan media. PHE ONWJ turut membekali para jurnalis dengan sesi pengayaan wawasan.

Sesi tersebut berbentuk diskusi interaktif bersama akademisi dan pakar di bidangnya. Dua pemateri utama tampil membawa perspektif berbeda namun saling melengkapi bagi profesi jurnalistik.

Pemateri pertama, Dr. A. Rinto Pudyantoro, membedah dinamika geopolitik dan investasi hulu migas. Materi ini menyentuh langsung isu strategis keberlangsungan investasi energi nasional.

Isu geopolitik hulu migas umumnya mencakup dinamika hubungan antarnegara produsen energi, kebijakan ekspor-impor, hingga fluktuasi harga minyak dan gas di pasar global. Faktor-faktor ini kerap memengaruhi iklim investasi di sektor hulu migas nasional.

Pemateri kedua, Dr. Efi Fadilah, S.Sos., M.Pd., memaparkan tantangan serta etika kecerdasan buatan dalam jurnalistik. Topik ini bersinggungan dengan adopsi teknologi AI yang kian masif di ruang redaksi media massa.

Kombinasi dua materi tersebut mencerminkan kebutuhan wartawan daerah akan wawasan lintas sektor. Bukan hanya isu energi, tapi juga tantangan etik dalam praktik jurnalistik modern.

Format ini memberi ruang tanya jawab langsung antara peserta dan kedua pemateri. Interaksi semacam ini melengkapi paparan materi yang tersaji di forum tersebut.

Salah satu peserta, Nila Kusuma, menyambut hangat inisiatif PHE ONWJ ini. Ia menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Karawang.

Nila menyampaikan apresiasi atas konsistensi PHE ONWJ membangun hubungan kemitraan bernilai tambah bagi jurnalis. Ia menilai kegiatan ini menyasar dua aspek sekaligus, yakni silaturahmi dan edukasi.

“Kami sangat mengapresiasi PHE ONWJ yang terus menjaga hubungan baik dengan insan pers. Media gathering ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi dan penyegaran dari rutinitas peliputan, tetapi juga memberikan bobot edukasi yang sangat penting bagi wartawan melalui materi geopolitik hulu migas hingga etika pemanfaatan AI dalam dunia jurnalistik,” ungkap Nila.

Sumber: https://mahidara.co/phe-onwj-kumpulkan-50-wartawan-jabar-geopolitik-migas-etika-ai/

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *