Karawang – Di tengah tekanan besar dan puasa gol yang berlangsung hampir setahun, Joshua Zirkzee akhirnya memecahkan kebuntuan dengan gol perdana di Premier League saat Manchester United menang tipis 2-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park.
Penyerang asal Belanda itu membuka skor untuk Setan Merah pada menit ke-54, menandai momentum krusial dalam karier Zirkzee di Premier League yang sempat diragukan banyak pihak.
Gol yang ditunggu-tunggu itu menjadi tanda kebangkitan Zirkzee di Manchester United, sekaligus membuktikan bahwa potensinya masih layak dipertahankan meski sempat dikucilkan dari skema permainan Ruben Amorim.
Transaksi besar MU senilai 34 juta paun untuk mendatangkan Zirkzee dari Bologna pada akhir era Erik ten Hag ternyata belum membuahkan hasil instan, dengan sang striker kesulitan menembus starting XI sepanjang awal musim 2025/2026.
Dengan total belanja lini depan mencapai 200 juta paun dan kembalinya Mason Mount ke performa puncak, posisi Zirkzee di Manchester United sempat terancam hingga nyaris dijual selama jendela transfer musim panas lalu.
Sejumlah klub Eropa, termasuk Napoli yang akhirnya memilih Rasmus Hojlund, sempat melirik Zirkzee sebagai opsi cadangan, namun keputusan MU untuk mempertahankannya kini mulai menunjukkan hasil positif.
Kini, dengan Benjamin Sesko menjadi pilihan utama dan Matheus Cunha sebagai pelapis langsung di posisi penyerang tengah, Zirkzee terpaksa berjuang ekstra untuk menunjukkan nilai dirinya di bawah asuhan pelatih baru Ruben Amorim.
Absennya kedua striker utama MU dalam laga melawan Crystal Palace menjadi pintu terbuka langka bagi Zirkzee untuk membuktikan kemampuannya di lapangan hijau Premier League.
Kesempatan emas itu tak disia-siakan oleh sang penyerang, yang langsung membayar kepercayaan Amorim dengan performa impresif dan gol penyeimbang di babak kedua.
Penampilan Zirkzee bukan hanya soal mencetak gol, tetapi juga kontribusi taktis yang membantu MU mengendalikan tempo permainan setelah tertinggal dari gol Jean-Philippe Mateta.
Pelatih Ruben Amorim secara terbuka mengakui bahwa gol Zirkzee di Premier League memberi dampak psikologis besar, namun nilai sebenarnya terletak pada kematangan teknis dan posisi cerdasnya di lapangan.
“Gol penting, tapi bukan satu-satunya ukuran,” ujar Amorim, menegaskan bahwa perkembangan Zirkzee di Premier League jauh melampaui sekadar catatan statistik.
Menurut sang pelatih, Zirkzee kini mampu memengaruhi alur permainan MU dengan keberaniannya menahan bola, menghubungkan lini, dan menarik perhatian bek lawan—hal yang jarang terlihat di awal musim.
Tak hanya Amorim, kapten Manchester United Bruno Fernandes juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kebangkitan Zirkzee di Premier League, menyebutnya sebagai pemain yang memberi kontribusi nyata meski tanpa gol.