Karawang, MAHIDARA – Laporan dugaan intimidasi dan penyalahgunaan senjata api yang menyeret nama Ketua DPD APDESI Jawa Barat kini menjadi sorotan publik. Perkara ini telah resmi diterima Polres Metro Bekasi sejak 30 Mei 2026.
Laporan pengaduan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan (STTLAPDUAN) Nomor: STTLAPDUAN/799/V/2026/SAT RESKRIM/RESTRO BKS/PMJ tertanggal 30 Mei 2026. Keberadaan nomor itu membuktikan laporan telah secara resmi diterima dan dicatat penyidik Satuan Reskrim.
Pelapor sekaligus korban adalah Layla Rizky, S.Sos. Menurut laporan yang diterima penyidik, peristiwa terjadi pada Sabtu dini hari (30/5/2026) sekitar pukul 01.57 WIB di kediamannya, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
Laporan korban mencakup empat dugaan tindak pidana sekaligus: intimidasi, tindakan tidak menyenangkan, perusakan, dan penyalahgunaan senjata api. Kompleksitas laporan itu menuntut penanganan yang cermat dari penyidik.
Korban melaporkan sekelompok orang datang ke rumahnya pada waktu yang tidak lazim. Sebagian dari rombongan tersebut disebut masuk ke area rumah dengan cara memanjat pagar dan naik ke atas atap, sebelum penghuni menyadari kehadiran mereka.
Kedatangan rombongan pada pukul 01.57 WIB dini hari menjadi salah satu aspek yang dipersoalkan korban. Waktu yang tidak lazim itu turut menjadi bagian dari rangkaian kejadian yang membuat korban dan keluarganya berada dalam situasi tertekan.
Korban meminta identitas dan dasar hukum kedatangan rombongan yang mengaku berasal dari institusi tertentu. Namun surat tugas hanya diperlihatkan dari kejauhan, sehingga isi maupun keabsahannya tidak dapat diverifikasi secara jelas.
Situasi kian tegang setelah terjadi percakapan yang menurut korban mengarah pada tekanan psikologis. Korban juga mengaku menerima perlakuan yang dianggap merendahkan kondisi fisiknya, disertai pernyataan yang dikaitkan dengan kepemilikan senjata api.
Pernyataan yang dikaitkan kepemilikan senjata api menjadi salah satu poin krusial dalam laporan. Dugaan unsur ini berpotensi membawa perkara ke ranah hukum yang lebih serius dibandingkan konflik biasa.
Kombinasi dugaan intimidasi, tekanan psikologis, dan keterkaitan senjata api dalam satu laporan mencerminkan beratnya peristiwa yang dialami korban. Bagi Layla Rizky, peristiwa dini hari itu tidak dapat dibiarkan berlalu tanpa proses hukum.
Dugaan perusakan pun turut masuk ke dalam laporan. Sejumlah aset milik korban disebut mengalami kerusakan saat peristiwa berlangsung, menimbulkan kerugian materiil sekaligus dampak psikologis bagi korban dan keluarganya.
Kerugian yang dialami tidak hanya bersifat materiil. Kondisi psikologis korban dan keluarganya disebut turut terdampak atas rangkaian peristiwa yang berlangsung pada dini hari tersebut.
Sumber: https://mahidara.co/laporan-dugaan-intimidasi-senpi-ketua-apdesi-jabar-polres-bekasi/