Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Jasa Marga Tegaskan Komitmen Lingkungan Saat Menteri LH Tinjau Travoy Rest 88B

4 menit baca
Ukuran teks 100%

Jakarta — Di tengah lonjakan mobilitas masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), isu kebersihan dan keberlanjutan di kawasan jalan tol kembali menjadi sorotan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya andal dan nyaman, tetapi juga ramah lingkungan. Penegasan ini mengemuka saat Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan peninjauan langsung pengelolaan sampah di Travoy Rest Area KM 88B Jalan Tol Cipularang, Kamis (25/12).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah tingginya volume pengunjung rest area saat periode Nataru, pengelolaan sampah menjadi indikator penting sejauh mana prinsip keberlanjutan benar-benar diterapkan. Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Ari Respati, yang mendampingi langsung Menteri LH, menegaskan bahwa rest area merupakan simpul krusial pelayanan jalan tol yang berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar.

“Momentum Nataru selalu identik dengan peningkatan aktivitas pengguna jalan. Di titik inilah komitmen kami diuji, bukan hanya dalam menjaga kelancaran lalu lintas, tetapi juga memastikan kebersihan dan pengelolaan lingkungan berjalan optimal,” ujar Ari di sela peninjauan.

Dalam pemaparannya, manajemen Jasa Marga menjelaskan bahwa Travoy Rest 88B telah menerapkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi. Mulai dari pemilahan sampah anorganik, pengolahan sampah organik menjadi pupuk, optimalisasi tempat penampungan sementara, hingga kerja sama dengan mitra pengangkutan dan pengolahan sampah berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi kerangka strategis perusahaan.

Peninjauan tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, Direktur Utama PT Jasamarga Related Business (JMRB) Netty Renova, serta manajemen Jasa Marga Group lainnya. Kehadiran lintas pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan di kawasan jalan tol tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara regulator dan badan usaha.

Dari sudut pandang kebijakan publik, kunjungan Menteri LH ke rest area ini memiliki makna strategis. Rest area sering kali dipandang sekadar fasilitas pendukung perjalanan. Namun dalam konteks keberlanjutan, kawasan ini justru menjadi “etalase” perilaku ramah lingkungan di ruang publik. Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq secara terbuka memberikan apresiasi terhadap fasilitas dan sistem yang diterapkan di Travoy Rest 88B.

“Saya mengapresiasi Rest Area 88B ini sebagai salah satu yang paling lengkap. Namun fasilitas saja tidak cukup. Edukasi kepada pengunjung harus terus ditingkatkan, karena pengelolaan sampah yang baik hanya bisa berhasil jika fasilitas dan kesadaran berjalan beriringan,” ujar Hanif. Ia bahkan mendorong agar Travoy Rest 88B dapat dijadikan model percontohan pengelolaan sampah bagi rest area lain di Indonesia.

Sumber: https://mahidara.co/jasa-marga-tegaskan-komitmen-lingkungan-di-rest-area-travoy-88b-nataru-esgri/

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *