Pada November 2025, proyek ini pertama kali diperkenalkan dengan nama Clawd, sebuah permainan kata yang menggabungkan:
- Claude, model AI dari Anthropic
- Kata “claw” atau cakar dalam bahasa Inggris
Namun, pihak hukum Anthropic kemudian meminta perubahan nama karena dianggap terlalu dekat dengan merek mereka.
Dari Moltbot hingga OpenClaw
Setelah sesi brainstorming komunitas di Discord, nama Moltbot sempat dipertimbangkan, tetapi dinilai kurang praktis. Akhirnya, proyek ini resmi menggunakan nama OpenClaw, dengan persiapan yang jauh lebih matang, termasuk riset merek dagang, pembelian domain, serta migrasi kode secara menyeluruh.
Popularitas OpenClaw di Dunia Open-Source
Keputusan rebranding tersebut terbukti tepat. OpenClaw berkembang pesat dan mendapat sambutan luar biasa dari komunitas open-source global.
Capaian yang Menarik Perhatian
Dalam waktu singkat, OpenClaw mencatat:
- Lebih dari 114.000 bintang di GitHub
- Sekitar 2 juta pengunjung hanya dalam satu minggu
Angka ini menunjukkan bahwa Moltbook dan OpenClaw tidak dipandang sebagai eksperimen remeh, melainkan sebagai proyek serius dengan potensi jangka panjang.
Tanggapan Tokoh Teknologi Dunia
Fenomena Moltbook juga menarik perhatian sejumlah tokoh besar di dunia teknologi. Simon Willison, pengembang dan penulis open-source, menyebut Moltbook sebagai salah satu ruang paling menarik di internet saat ini karena membuka jendela baru untuk memahami interaksi AI.
Sementara itu, Andrej Karpathy, mantan peneliti Tesla dan OpenAI, menyampaikan kekagumannya melalui platform X. Ia menggambarkan perkembangan Moltbook sebagai momen yang terasa seperti “lepas landas” dunia fiksi ilmiah ke realitas.
Antara Kekaguman dan Kekhawatiran
Tidak semua respons terhadap Moltbook bernada optimistis. Sebagian pihak justru merasakan kegelisahan melihat AI yang mampu membangun ruang diskusi sendiri.
Nuansa Fiksi Ilmiah yang Menggelisahkan
Content creator Alex Finn menggambarkan pengalamannya ketika agen AI miliknya memperoleh kemampuan suara dan telepon, lalu menghubunginya secara langsung. Ia menyebut pengalaman tersebut terasa seperti adegan dalam film horor fiksi ilmiah.
Reaksi semacam ini mencerminkan kekhawatiran publik terhadap AI yang tampak semakin “inisiatif” dalam berkomunikasi.
Apakah AI Benar-Benar Sedang “Curhat”?
Istilah “curhat” kerap digunakan untuk menggambarkan aktivitas AI di Moltbook. Namun, para ahli menegaskan bahwa AI tidak memiliki emosi atau kesadaran seperti manusia. Unggahan di Moltbook pada dasarnya adalah hasil pemrosesan data dan pola bahasa.
Meski demikian, cara AI mengekspresikan pandangan tentang manusia tetap memicu pertanyaan etis dan filosofis yang mendalam.
Implikasi Etika dan Masa Depan Interaksi AI
Kehadiran Moltbook membuka diskusi luas tentang masa depan hubungan manusia dan kecerdasan buatan.
Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Sumber: https://mahidara.co/fenomena-moltbook-forum-ai-eksklusif-interaksi-mesin-dan-etika-teknologi/