Karawang, MAHIDARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Karawang resmi membentuk dua Panitia Khusus untuk mengawal pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah strategis. Kedua pansus ini menyasar sektor pembangunan industri sekaligus penguatan ekonomi warga desa.
Keputusan ini muncul dalam Sidang Paripurna DPRD Karawang, Kamis (16/7/2026). Pembentukan pansus menjadi pintu masuk sebelum pansus memulai pembahasan pasal demi pasal.
Raperda pertama mengatur Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Karawang Tahun 2025-2045. Raperda kedua berfokus pada Penguatan Ekonomi Lokal melalui Kemitraan Produktif antara Perusahaan dan Desa.
Dua regulasi ini saling melengkapi. Satu mendorong laju investasi pabrik, satu lagi menata pembagian manfaatnya sampai ke tingkat desa.
Ketua DPRD Karawang, Endang Sodikin, menyebut pembentukan pansus sebagai fondasi awal. Menurutnya, regulasi ini harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah secara nyata.
Pembahasan tidak akan berjalan sepihak. Endang memastikan pansus akan melibatkan banyak pemangku kepentingan sejak tahap awal perumusan.
“Anggota pansus akan membahas kedua raperda ini secara mendalam bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan unsur masyarakat agar menghasilkan produk hukum yang berkualitas dan dapat diterapkan secara efektif,” ujar Endang pada Senin (20/7/2026).
Pernyataan itu menegaskan posisi pemerintah daerah bukan pemain tunggal dalam proses ini. Pelaku usaha dan akademisi turut duduk bersama di meja pembahasan bersama unsur masyarakat.
DPRD meyakini kedua raperda mampu mendongkrak daya saing industri Karawang ke depan. Dewan berharap efeknya meluas hingga ke ruang kemitraan yang lebih terbuka antara perusahaan dan pemerintah desa.
Endang menggambarkan kemitraan ini sebagai jembatan baru. Ia berharap investasi besar di kawasan industri tidak berhenti di gerbang pabrik semata.
Endang menegaskan manfaat investasi mesti terasa sampai ke masyarakat desa penyangga kawasan industri. Ia menyebut hal itu sebagai muara akhir dari upaya menyusun kedua raperda ini.
“Harapan kami, regulasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kalimat itu merangkum arah besar dari dua raperda tersebut. Raperda ini menempatkan pertumbuhan industri dan kesejahteraan desa secara sejajar, bukan berjalan sendiri-sendiri seperti sebelumnya.
Di luar agenda pembentukan pansus, Sidang Paripurna turut mengesahkan Raperda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025. LKPJ ini menjadi dokumen evaluasi resmi atas realisasi anggaran daerah sepanjang tahun berjalan.
Setiap kepala daerah lazimnya wajib menyampaikan LKPJ kepada DPRD setiap tahun anggaran. Dokumen semacam ini umumnya memuat capaian program, realisasi belanja, hingga kendala pelaksanaan anggaran.
Sumber: https://mahidara.co/dprd-karawang-pansus-raperda-industri-ekonomi-desa/