Karawang, MAHIDARA – Dian Fahrud Jaman, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, mengajak masyarakat memaknai Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya lewat seremoni. Ia ingin nilai Pancasila hadir dalam menghadapi persoalan masyarakat.
Salah satu persoalan itu adalah kemarau yang kini terasa di sejumlah wilayah Karawang.
Menurut Dian, kondisi tersebut membutuhkan kepedulian dan semangat gotong royong dari berbagai pihak. Kepedulian itu terutama ia tujukan untuk membantu masyarakat yang mulai menghadapi keterbatasan air maupun dampak lain akibat kemarau.
Pernyataan itu muncul bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Dian memakai momentum tersebut untuk menyampaikan ajakannya.
Dian merangkai dua tema dalam satu pernyataan, yakni peringatan nasional dan kondisi kemarau di tingkat daerah. Keduanya terhubung lewat kata gotong royong.
Dian menyampaikan pandangan itu pada Kamis (1/10).
Sebagai Ketua NasDem Kabupaten Karawang sekaligus Wakil Ketua DPRD, Dian berbicara dari dua posisi. Kedua posisi itu tercantum dalam keterangannya.
“Momentum Hari Kesaktian Pancasila ini harus menjadi pengingat bahwa nilai Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi bagaimana kita hadir dan saling membantu ketika masyarakat menghadapi kesulitan,” kata Ketua NasDem Kabupaten Karawang itu, Kamis (1/10).
Gotong royong muncul dua kali dalam pernyataan Dian. Pertama sebagai semangat yang dibutuhkan dari berbagai pihak, kedua sebagai tindakan yang bisa dilakukan masyarakat.
Dian menempatkan Pancasila bukan sebagai bahan hafalan semata. Nilainya, menurut dia, terlihat saat warga hadir dan saling membantu di tengah kesulitan.
Pernyataan itu membedakan dua cara memaknai Pancasila. Cara pertama lewat seremoni dan hafalan, cara kedua lewat kehadiran nyata di tengah kesulitan masyarakat.
Keterbatasan air menjadi gambaran pertama dampak kemarau dalam pernyataan itu. Dampak lain ia sebut tanpa merinci.
Kata kunci dalam pernyataan Dian adalah hadir. Ia memakainya untuk masyarakat dan untuk pemerintah.
Kehadiran menjadi ukuran Dian dalam menilai pengamalan Pancasila. Seremoni tidak ia tolak, tetapi ia tidak ingin berhenti di sana.
Dian mengatakan pemerintah daerah juga memiliki peran penting. Peran itu berupa memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Dian menyebut kesehatan dan pertanian di samping air bersih. Penyebutan itu memperluas perhatian dari satu kebutuhan ke beberapa sektor sekaligus.
Persoalan air bersih, kesehatan, pertanian, dan kebutuhan masyarakat lainnya perlu menjadi perhatian bersama. Dian menyebut deretan persoalan itu dalam konteks musim kemarau.
Daftar tersebut mencakup empat kelompok kebutuhan. Air bersih, kesehatan, pertanian, dan kebutuhan masyarakat lainnya masuk di dalamnya.
“Ketika ada masyarakat yang kesulitan air, misalnya, tentu pemerintah harus hadir. Di sisi lain, masyarakat juga bisa saling membantu dan bergotong royong,” ujarnya.
Sumber: https://mahidara.co/dian-fahrud-jaman-gotong-royong-kemarau-karawang-pancasila/