Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Derita Asma Tak Halangi Akses Layanan Medis, Rodiah Rasakan Manfaat Nyata Program JKN

4 menit baca
Ukuran teks 100%

Asma Masih Jadi Ancaman Kesehatan Masyarakat

Asma bronkial masih menjadi salah satu penyakit kronis yang banyak dijumpai di masyarakat. Penyakit ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari riwayat genetik, paparan alergen seperti debu dan makanan, hingga infeksi saluran pernapasan. Ketika kambuh, asma dapat menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran napas, yang memunculkan gejala batuk, mengi, dan sesak napas, terutama pada malam hari atau dini hari.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan pasien apabila tidak segera ditangani secara medis. Hal inilah yang dialami Rodiah (20), warga Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang beberapa waktu lalu harus dilarikan ke rumah sakit akibat serangan asma berat.

Sesak Parah, Rodiah Dilarikan ke UGD

Rodiah mengisahkan, sesak napas yang dialaminya datang secara tiba-tiba dan cukup berat hingga membuatnya kesulitan bernapas. Menyadari kondisi tersebut, pihak keluarga tidak menunda waktu dan segera membawanya ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Hastien untuk mendapatkan penanganan medis awal.

“Saya langsung dibawa ke UGD karena sesaknya cukup parah. Begitu sampai di rumah sakit, tim medis langsung sigap menangani saya. Tidak perlu menunggu lama, dan itu membuat saya merasa jauh lebih tenang,” ungkap Rodiah.

Respons cepat tenaga medis menjadi faktor krusial dalam penanganan kasus asma akut, mengingat keterlambatan dapat berakibat fatal.

Diagnosis Asma Bronkial dan Penanganan Intensif

Hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa Rodiah mengalami asma bronkial dan memerlukan perawatan lanjutan. Untuk membantu pernapasan, tim medis memberikan terapi uap (nebulizer) guna meredakan penyempitan saluran napas yang dialaminya.

Terapi tersebut secara bertahap membantu mengurangi sesak dan membuat Rodiah dapat bernapas lebih lega. Selama menjalani empat hari perawatan, ia mendapatkan penanganan komprehensif berupa terapi inhalasi, pengobatan rutin, serta pemantauan kondisi secara berkala.

“Setiap hari dokter dan perawat selalu memantau kondisi saya. Kalau ada keluhan sedikit saja, langsung ditindaklanjuti. Saya merasa benar-benar diperhatikan,” jelasnya.

Pelayanan RS Hastien Dinilai Profesional dan Humanis

Tak hanya soal medis, Rodiah juga menyoroti kualitas pelayanan di RS Hastien yang menurutnya sangat memuaskan. Sikap tenaga kesehatan yang ramah, profesional, dan komunikatif membuat proses perawatan terasa lebih nyaman.

Ia juga mengapresiasi fasilitas ruang rawat inap kelas 3 yang bersih, tenang, dan layak. Kondisi tersebut mendukung proses pemulihan karena pasien dapat beristirahat dengan optimal.

“Ruang rawat inapnya nyaman dan bersih. Lingkungannya juga tenang, jadi saya bisa istirahat dengan baik,” tuturnya.

Sumber: https://mahidara.co/derita-asma-tak-halangi-akses-medis-rodiah-rasakan-manfaat-jkn/

· · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *